Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga longsor dan erupsi gunung api. Dalam kondisi darurat, keputusan harus diambil dengan cepat dan akurat. Salah satu pertanyaan paling krusial adalah:
Bagaimana memastikan masyarakat dapat mencapai titik aman secepat mungkin?
Perencanaan evakuasi tidak cukup hanya dengan menentukan titik kumpul di peta. Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang jaringan jalan, waktu tempuh, hambatan geografis, serta distribusi populasi. Di sinilah routing analysis dan isochrone analysis berperan sebagai komponen penting dalam sistem pendukung keputusan berbasis spasial.